WORLDWIDE TOPICS

Monday, April 13, 2009

Hot Review : High Quality Movies!!!!


Taken 2009 Pierre Morel
Film yang memajang aktor kawakan sekelas Liam Nesson ini emang tak terduga kehebatannya. Diproduseri dan ditulis oleh sineas handal asal Prancis, Luc Besson, emang patut diacungi jempol untuk cerita & actionnya. Akting Liam Nesson vital banget, walopun uda tua tapi tetep menunjukkan performa yang menjiwai dan feel action nya dapet. Bercerita tentang seorang ayah bernama Bryan Mills (Nesson) yang harus merelakan putrinya Kim (Maggie Grace) pergi keluar benua yaitu ke Paris demi menonton konser U2. Ternyata sesampainya di kota eksotik itu Kim bersama temannya Amanda malah disekap kawanan Albania untuk dijual dan dijadikan budak mereka demi menimbun uang. Bryan sang ayah berusaha secepat mungkin merebut kembali putrinya dengan restu mantan istri Lenore (Famke Janssen) yang telah menikah lagi. Dia langsung pergi ke Paris dan dalam waktu kurang dari seminggu berhasil melancarkan balas dendamnya. Akhirnya mereka semua dapat bersatu kembali dan kembali ke New York dalam keadaan utuh dan selamat setelah melalui berbagai intrik, kejar-kejaran seru dan Perkelahian yang sadis. Kim juga diarahkan ayahnya untuk menjajal bakat menyanyi nya dengan berguru bersama pop diva Sheerah yang diperankan penyanyi seksi Holly Valance.

Lakeview Terrace 2008 Neil LaBute

Sebuah thriller rasa baru yang mengangkat isu RAS dan berhasil jadi TOP Box Office film terlaris se-Amrik di minggu pertama rilis. Seorang polisi/LAPD kulit hitam Abel Turner (Samuel L. Jackson) sirik pada pasangan muda berbeda warna kulit Chris dan Lisa Mattson (Patrick Wilson & Kerry Washington) yang barusan pindah rumah dan bertetanggaan dengannya di kawasan Lakeview Terrace. Dia merasa terusik kehadiran mereka begitu pula sebaliknya. Awalnya mereka seperti layaknya tetangga yang ramah tamah tapi si Abel tetap aja merecokin dari persoalan kedua anaknya yang ga boleh main ke tetangga baru mereka, lampu sorot malam nya yang mengganggu keintiman Chris dan Lisa sampai beradu party di rumah masing-masing yang berujung keributan. Sampai suatu hari Abel menyuruh preman panggilan untuk mengobrak abrik rumah Chris dan Lisa. Lisa terlibat pertengkaran dengan preman itu sampai masuk RS, sementara Abel berlaku sok jagoan dengan menembak mati sang preman. Ternyata ada bukti tertinggal berupa HP di rumah keluarga Mattson dan ditemukan oleh Chris, akibatnya adegan saling pukul-hantam-tembak terjadi. Chris terpojok dengan fitnah Abel yang sekeliling rumah mereka diblokir polisi, Chris tetap ngotot akan menembak Abel tapi peluru keburu ditembakkan Abel, pihak polisi yang ragu-ragu langsung menembak mati Abel. Semua fakta tersibak dan keharmonisan Chris & Lisa terjalin kembali.

FROZEN RIVER 2008 Courtney Hunt

Melissa Leo berperan sangat total difilm genre crime-drama yang membawanya meraih nominasi Best Actress Oscar 2009. Dengan setting bersalju super dingin di kawasan Mohawk antara New York dan Quebec ini menyodorkan tontonan yang adem. Durasi nya yang agak panjang terkadang bikin ngantuk tapi rasa penasaran kita seperti terus terpancing. Mengisahkan ibu 2 orang anak, Ray Eddy (Melissa Leo) nama yang aga aneh untuk wanita, yang berjuang demi menghidupi keluarganya dan membayar kontrakan rumah nomadennya terpaksa harus melakukan penyeludupan barang BM-an (ilegal) melalui sungai beku dengan mobilnya dibantu Lila (Misty Upham) wanita yang juga kesulitan ekonomi. Sampai akhirnya berurusan dengan polisi perbatasan yang memergoki mereka melintas perbatasan tanpa ijin, akhirnya Lila dan putri kecilnya tinggal dan hidup bersama keluarga Ray, sementara Ray harus menanggung hukuman penjara akibat perbuatan nya, sungguh tragis dan menyentuh.

DEPARTURES 2008 Yōjirō Takita

Sungguh menggugah & inspirasional, sebuah karya sederhana yang aslinya berjudul 'Okuribito' produksi negeri anime, Jepang yang berhasil menyabet piala bergengsi OSCAR 2009 kategori BEST FOREIGN LANGUAGE FILM mengalahkan kedigdayaan kartun Israel 'Waltz With Bashir'!!! Akting, alur serta setting yang sangat menakjubkan menjadikan film ini dipuji-puji kritikus. Alkisah seorang celloist/cellist bernama Daigo Kobayashi (Masahiro Motoki, berperan dengan apik dan penuh penghayatan) yang harus rela orchestranya dibubarkan karena sepi pengunjung walau dalam hal penampilan bagus. Dia yang telah beristrikan Mika Kobayashi (Ryoko Hirosue) juga harus menjual cello (biola besar) kesayangannya demi pindah ke Yamagata kota masa kecilnya dan mencari pekerjaan baru disana. Tak sengaja membaca iklan lowongan koran dia melamar, dengan maksud travel agen. Tapi ternyata setelah interview pendek dia baru sadar bahwa perusahaan itu bergerak dibidang tata rias mayat!!! Bayangkan saja, dia sebagai pelamar satu-satunya langsung canggung dan ga tau harus ngomong apa, usut punya usut iklan koran tersebut salah ketik nama. Walhasil, dia segera cabut dari tempat itu tapi sang boss malah memberi uang muka prakerja. Dia masih tak percaya akan pekerjaan nya saat itu, karena tidak mengharapkan sebelumnya dan merahasiakan profesi barunya itu pada istrinya. Sampai-sampai dia harus pergi ke pemandian umum sebelum pulang karena tiap hari kerjaannya merias mayat. Seiring waktu berjalan dia sangat luwes dalam merias dan semakin banyak orderan, sedangkan istrinya sangat menyayangkan begitu tahu profesi Daigo sebenarnya dan kembali ke rumah ortunya untuk menenangkan diri. Suatu saat istrinya kembali untuk memberi kabar kehamilannya disaat itu juga Daigo harus merias pemilik pemandian air panas langganannya yang sudah seperti keluarga. Mereka berdua sepakat untuk melayat dan istrinya melihat betapa lihainya Daigo dalam merias mayat. Disaat kebahagiaan mereka kembali ada berita duka, bapak Daigo yang telah lama meninggalkan keluarga telah meninggal, emosi Diego bergejolak, tapi berkat dorongan orang-orang sekitarnya dia sadar betapa pun buruk perilaku sang ayah, dia tetap harus berbakti dan akhirnya Diego bergegas merias ayahnya di hari kematiannya. Banyak pesan positif dan motivasi hidup yang dapat diambil dari film yang jika qta menonton dapat membuat kita menitikkan air mata kekaguman ini.

No comments:

Post a Comment