Thursday, August 29, 2019
Good Morning Everyone Keep Healthy
Wednesday, August 28, 2019
Mencoba Peruntungan Yang Lain
Tuesday, August 27, 2019
Menunggu Adalah Pekerjaan Yang Membosankan
Monday, August 26, 2019
Mencari Pembelaan Dan Keadilan Yang Hakiki
Tuesday, August 20, 2019
I'm Obsessed Become A Writer
Wednesday, March 11, 2015
Saatnya Terapi Menulis
Menulis adalah sebuah terapi menenangkan batin dan jiwa kita disaat senang maupun sebaliknya. Aku sendiri dulu rajin menulis baik dalam buku harian maupun dalam bentuk lirik lagu alakadarnya. Hari ini Rabu tanggal 11 Maret 2015 adalah sebuah momentum penulisan cerpen ini.
Aku adalah pria paruh baya berusia 28 tahun dengan segudang intrik hidup. Bulan ini adalah waktu pertaruhan dimana aku harus melaju untuk menikah memulai hidup baru, sedangkan aku harus memperoleh pekerjaanku kembali setelah lama cuti dan aku harus menyeimbangkan hidupku dengan keluargaku saat ini.
Menikah adalah prioritas utamaku tahun ini. Waktu yang cukup singkat untuk mempersiapkan segalanya dari A-Z dan memang ujung pangkalnya ada pada pendanaan. Menguras energi, emosi dan pikiran untuk mencapai kesana. Bisa dibilang ini adalah titik balik kemandirianku karena menikah tidak semudah bayangan orang terutama persiapannya. Seandainya menikah itu mudah dikedua belah pihak maka aku akan memilih jalan itu. Langkahku semakin berat jika pasangan ternyata sering berbenturan pendapat dan tiap hari meributkan hal yang sebenarnya bisa didiskusikan dengan kepala dingin. Seakan lelah akan ini semua aku pasrahkan kepada Yang Diatas. Semoga perjalanan dan perjuanganku membuahkan kebahagiaan dikemudian hari. Aamiin.
Poin kedua adalah karir dan pekerjaan. Selama ini aku menjalani cuti beberapa bulan dikarenakan penyakit dalam yang berkepanjangan yaitu TB paru. Bekerja diluar kota selama bertahun-tahun memang tidak mudah dan beresiko tinggi. Apalagi tiap weekend aku harus laju dari Solo-Semarang PP. Faktor lingkungan dan cuaca sangat berpengaruh besar pada kesehatanku. Penyakit pun akhirnya tak terhindarkan. Aku dirumahkan selama masa pengobatan dan penyembuhan. Sempat benar-benar drop memprihatinkan dan harus opname di RS, tetapi masih bersyukur diberi ujian ini saat berada ditengah-tengah keluarga. Maka bulan inilah aku harus menentukan untuk melanjutkan pekerjaan kantorku. Faktor keuangan dan himpitan ekonomi yang seakan memaksaku kembali bekerja dengan kondisi yang belun sembuh total. Semoga ada jalan keluar yang baik untuk menuntaskan ini semua.
Terakhir adalah masalah keluarga. Kenapa semua jadi begini dan selalu menimpaku, akhir-akhir ini luapan emosi sering terpancing dengan keberadaan orang-orang keluargaku. Aku merasa tidak tenang dan pusing memikirkan hal ini yang bisa saja memicu kambuhnya penyakitku. Aku sangat menyesal dan tidak bisa dilampiaskan melalui tulisan maupun perkataan. Intinya aku sudah lelah menjadi pengingat, penjaga dan penyeimbang keluargaku. Kenapa kebiasaan buruk mereka sangat susah diubah padahal aku bukan orang yang sejahat itu untuk selalu menasehati dan mengingatkan untuk tidak begini dan begitu, tetapi apa yang aku dapat. Malah aku menjadi pihak yang selalu disudutkan dan tidak diperhatikan. Aku hanya ingin kedamaian dan ketenangan batin dan jiwa kenapa selalu diusik mereka, cermin keluarga yang tidak suportif. Ya Tuhan apa salahku? Aku berdoa untuk kebaikan semuanya karena apa yang kulakukan sudah sangat maksimal dan terbaik. Aku ingin kelak hidupku bahagia dan aku juga dapat membahagiakan yang lainnya.
Malam semakin larut dan saatnya untuk beristirahat. Hanya bisa menangisi dan meratapi kehidupanku saat ini. Aku ingin cerpen ini tidak hanya berguna bagi diriku sendiri tetapi juga yang membaca bisa belajar dari pengalaman hidupku karena waktu dan roda kehidupan akan terus bergulir. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa tetapi hasil akhirnya hanya Tuhan yang bisa menentukan. Semua ingin kebaikan berada diatas keburukan, menempatkan optimistis diatas pesimistis dan sesungguhnya perjalanan masih sangat panjang.
Tuesday, December 29, 2009
My Next Resolution a.k.a Project 2010!!! Also Hit & Miss in 09...
Thursday, April 30, 2009
Oops I Did It Again...THE BEST GRADUATION AWARD!!!
Wednesday, April 22, 2009
Hot Seatz : Graduation it's my Right Round
Monday, April 13, 2009
CURHAT SEMALAM...
Tak ada dinding untuk bersandar...
Aku terus mencari sesuatu...
Yang tak kunjung kutemukan...
Semua terasa cepat berlalu...
Selalu hilang dan berganti...
Aku tak ingin melepas...
Semua aku raih dengan susah payah...
Bimbinglah aku wahai Engkau...
Aku takut tak bisa melewati...
Bagaimana seharusnya...
Adakah jawaban...
Aku butuh kehadiranmu...
Untuk bicara...
Melepas rasa...
Mencurahkan asa...
Tak ada kata lagi...
Menggambarkan kondisi...
Aku jalani...
Akankah terus begini...
Friday, March 27, 2009
Hari Yang Panas + Narsis Minta Ampunnn!!!!












Saturday, March 21, 2009
No-THINK-2-do
Friday, March 20, 2009
Apakah ini DeJaVu???
Thursday, March 19, 2009
Dear Mba Ririn...
Sebelum pamit pulang 01.00 WIB, gara2 kena lembur lagi nihh, aq ingin ngungkapin curhatanku tentang seorang sahabatku diluar sana yang bernama Mba Ririn yg sudah selayaknya aq anggap sebagai kakakku sendiri & qta udah lama banget lost contact padahal lokasi qta ga jauh2 amat tapi mungkin faktor kesibukan dan gengsi aja yg mbikin tali persaudaraan & persahabatan sempet putus!!! Aq jadi teringat masa2 qta ketawa bersama & curhat tentang apapun. Spesial aq tuliskan sekelumit ceritaku yang sederhana ini untuk menghargai arti persahabatan...
Mungkin antara qta pernah bahkan sering bermasalah
Hal-hal sepele jadi dibesar-besarkan
Aq ingin qta mulai dari 0 membina pertemanan qta
Tanpa memandang dan mengungkit yang lalu
Terkadang, aq sangat merindukan persahabatan qta
Tawa, canda & kesedihan membaur
Memorial & sangat aq butuhkan...
Tiap orang punya masalah
Harusnya diri kita sadar & sanggup mengatasinya
Karena Yang Diatas tak mungkin beri qta beban
Melebihi apa pun yang ada dalam diri qta
Kapan qta bisa bersama lagi antara aku, kamu & Lucky
Selayaknya kakak adik yang saling membutuhkan
Tapi bukan memanfaatkan!!!
Aq menulis dengan mata berkaca
Juga dengan penuh ketulusan hati
Aq yakin persaudaraan qta sangat indah
Takkan pernah aq relakan
Putus & lekang oleh waktu begitu saja....













